Sabtu, 03 Januari 2015

International

QOWSAN & YOUTHCARE INTERNATIONAL



Alhamdulillah QOWSAN Training Int. & Youthcare Int. bisa bkerjasama dengan PT.Maestro Motivasi Indo mengisi brsama teman2 pelajar Indonesia di Ummu Hammam, Riyadh-Arab Saudi
#MaestroMotivasi #QowsanInternational #YouthcareInternational 
 -------
  follow @QowsanTraining for more sweet inspiration :) *Regard :

Jumat, 05 September 2014

Expedition



Secarik Kisah Dari Bumi Papandayan


Jumat 29 Agustus 2014 saya dan kawan-kawan saya satu komunitas bernama KSPM (Kelompok Studi Pelajar Muslim) Kab. Bogor dan beberapa kawan lain dari luar KSPM, melakukan pendakian Gunung Papandayan dalam rangka ekspedisi 30 Juz Al-Quran. Rombongan kami berjumlah 17 orang,  jadi setiap kami membaca 2 juz Al-Quran selama perjalanan berlangsung sampai tujuan akhir pendakian. Satu diantara kami adalah pendaki professional. Sehingga perjalanan kami sekaligus di pandu olehnya.
 Berkumpul di terminal kampung rambutan jam 21:00  lalu naik bus jurusan garut dan turun di terminal guntur, Kab.garut. Tiba disana jam 02:00 dini hari, kami rehat menunggu datangnya pagi di salah satu rumah kontrakan seorang yang biasa di panggil mang Cupeng. Saya nanti akan bercerita betapa dia adalah orang yang sangat inspirasional bagi saya.
Menuju pos pertama pendakian, kami perlu naik transportasi umum 2x. Pertama naik angkot lalu di sambung sewa pick up untuk sampai disana. Sampai disana jam 08:00. Setelah itu berkumpul berkenalan satu sama lain dan membagi masing-masing kami 2 Juz. Dan mulai mendaki jam 09:00
Gunung papandayan merupakan gunung yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Melewati savanah, tebing-tebing curam di sisi-sisinya, sungai belerang, dan kawah-kawah yang mengepul, ladang edelweiss, hutan mati, dan pemandangan barisan bukit-bukit papandayan yang hijau yang membentang menjadi panorama mengagumkan di mata kami. 


Berbicara tentang para pendaki gunung, Hal yang saya kagumi dari mereka adalah persaudaraan tanpa perbedaan. “Dunia persilatan (baca: pendakian) tuh sempit broo....” itu kata kawan saya ketika kami rehat di tengah perjalanan. Setiap kami berjalan dan bertemu dengan pendaki lain, selalu ada sapaan ramah antara kami dan mereka, meskipun tak kenal satu sama lain. Bahkan sekali-kali kami bercanda meledek. Tidak ada rasa saling meremehkan diantara pendaki, ketika ada yg sedang rehat dan yang lainnya lewat kata yang sering muncul adalah “semangat bro...”.
Kami sampai di pos perkemahan “pondok saladah” dan langsung medirikan tenda  jam 13:30 siang. Malam harinya, kami menyalakan api unggun sembari makan malam dan sharing tentang pribadi masing-masing. Apapun itu. Disinilah kami merasa jauh lebih dekat karena bisa berbagi banyak hal. Ketika malam semakin larut dan dingin, beberapa diantara kami mulai masuk tenda dan rehat. Tapi saya dan 3 orang lainnya masih melanjutkan obrolan. Di area kemah kami dekat dengan padang edelweiss. Dan jauh dari pepohonan, sehingga semakin malam langit yang luas membentang diatas bisa terlihat sangat menakjubkan dengan jutaan bintang yang berkilau. Hal yang menakjubkan dari sebuah penciptaan semesta dari sang Tuhan
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S.Ar-Rahman: )
Jam 08:00 pagi hari, kami melanjutkan perjalanan menuju padang edelweiss “Tegal alun”. Melewati hutan mati yang menakjubkan dan berjalan menuju tebing curam kawah papandayan. Perjalanan yang satu ini termasuk yang cukup “Gila”, karena kami harus mendaki tebing yang cukup curam dan jalan yang aneh untuk sampai ke tegal alun. Sesekali batu-batu sedang terperosok ke bawah karena tersenggol kaki. Ternyata kawan yang memandu kami mencari jalan lain yang tak di lalui oleh para pendaki. Padahal katanya jalan ke tegal alun santai dan agak landai. “kalo lu lewat jalan biasa di papandayan. Gak ada tantangannya gak asik” Yoihhh!





Tibalah kami  di Tegal Alun, padag edelweiss yang membentang luass sekitar pukul 10:30. Melihat panorama luas nan menakjubkan akan lahan edelweis yang membentang luas. Menyelesaikan bacaan kami masing – masing, dan saling bantu akan bacaan yang lainnya bagi yang masih tersisa banyak. Berfoto bersama sembari meneriakkan kata-kata penuh semangat dan kembali lagi ke camp pukul 11:30.




“Sebagaimana kami tersenyum menuju destinasi pendakian, sebagaimana itu pula kami tersenyum menuju destinasi impian”
Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan bahwa sebenarnya hidup ini layaknya mendaki sebuah gunung. Dalam perjuangan kadang tak selamanya harus bersedih, tapi kita perlu tersenyum akan gambaran impian yang akan kita capai. Dan jika memang perjalanan kita terlihat landai, tak ada halangan apapun, maka kita perlu mencari tantangan-tantangan baru agar perjalanan kita memberikan cerita berharga untuk dibagikan dengan banyak orang. Bahwa sebenarnya impian yang kita dapatkan bukanlah barang mudah, bukan pula murahan. ia barang mahal yang perlu kita berlari dan berjalan lebih keras untuk mencapainya. Bahwa esensi dari sebuah pencapaian impian bukanlah pada hasilnya, akan tetapi pada prosesnya. Bayangkan jika mendaki gunung papandayan ini hanya tinggal naik lift, maka apa esensi yang akan di dapatkan? Nihil. Padang edelweis tegal alun hanya sekedar barang murah dan mudah di dapatkan. Tapi tetaplah, ketika sampai di destinasi tinggi tersebut, maka ada hati yang seharusnya selalu kita rendahkan karena ini semua adalah ukiran cantik dari sang Pencipta.

Oiya, ngobrol-ngobrol tentang orang yang saya sebutkan di awal. Mang Cupeng. Adalah seorang yang kurang beruntung untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA keatas. Hidup dalam dunia gelap. Akan tetapi, suatu saat dia memiliki keinginan untuk memperbaiki diri dan berbagi banyak hal berharga untuk banyak anak-anak yang kurang beruntung. Seperti anak jalanan, dan anak-anak yang putus sekolah. Dia adalah seorang pendiri SAAN (sahabat anak-anak nusantara). Jika ditanya, “emang SAAN itu gimana sih?” jawabannya SAAN itu ya komunitas orang-orang yang mau berbagi dan kalau bisa menjadi relawan untuk terjun ke anak-anak yang pendidikannya sangat kurang. Mendirikan taman-taman bacaan dan lain lain. Anggotanya banyak,karena SAAN itu merangkul banyak komunitas-komunitas peduli anak jalanan di nusantara. Dan bebas, siapapun orang yang mau peduli silahkan ikut. Tak peduli seberapa tinggi pendidikan mereka. Yang penting mau berbagi. “kalau ada syaratnya S1 untuk bisa jadi relawan, terus kami-kami yang ga punya pendidikan ini gimana bisa berbagi?” katanya. Mengasas ini pun tak mudah, mendirikan taman bacaan yang pertama pun butuh perjuangan dengan mencari-cari buku-buku, sampai tengah malam dan bahkan hujan-hujanan pula. Yang paling menakjubkan bagi saya adalah semangat berbaginya bersama tim. Bulan lalu (Juli), melihat ada salah satu sekolah yang hampir ambruk di pelosok cianjur, bersama tim melakukan renovasi bersama tukang-tukang dan menghabiskan dana sekitar 20 Juta! Hingga mengundang perhatian wakil gubernur Jawa Barat. Jangan tanya darimana dananya. “Kami berusaha mandiri dengan menjual kaos dan menjual barang yang lainnya” katanya. Ada juga bantuan-bantuan dan sumbangan dari pihak lain. Tapi, pernah pula di tawari dana dari seorang aleg, tapi dia menolak. “Kami ga butuh uang” katanya. Lebih mengutamakan pemandirian.

Mang cupeng,duduk kedua dari kanan.
Di depan warung baca terminal garut

Itulah beberapa inspirasi yang saya dapatkan dari perjalanan saya bersama kawan-kawan di gunung papandayan dan sebuah kisah inspirasional dari seorang yang sangat luar biasa tentang sebuah kepedulian. Bagaimana dengan kita?

Semoga menginspirasi saya pribadi dan kita semua J
Salam sukses dari Tegal Alun Papandayan
-Byan Aqila Ramadhan,
CATRAZXSIDE 16 member
KSPM Crew
Ranger of Youthcare International
CEO of QOWSAN Training



My contact in 
WA/SMS  085697357326
BBM 7D1A9157
@byanaqila


Minggu, 20 April 2014

ISLAH JARAYA 16

Ikatan Silaturahim Alumni Husnul Khotimah - Jakarta Raya 16
Sabtu,18 April 2014
@ Science Park UI

:)




SURGA (2)

 SURGA



Kita yakin dengan nikmat surga tiada batas
Coba bayangkan! Meski dirimu tak sanggup membayangkan
Kenapa kita selalu lupa?
Ada bidadari-bidadari yang selalu tertawa menemanimu

Yang bercanda setiap detik
yang berlari-lari bersamamu disana
Yang indah tak tertandingi

Allahu akbar, Subhanallah

Kenapa kita gak ngobrolin surga?
Engkau berjalan disana, menuju sungai nan-indah, 

bersama bidadarimu yang indah, cantik rupawan, tersenyum dihadapanmu, memeluk mesra dirimu.
Bergandengan tangan berjalan-jalan di kebun surga

Allahu akbar, subhanallah

Sahabat, aku yakin engkau menginginkan kenikmatan, happy
Dan itulah kenikmatan tak tertandingi sahabat
Hanya tinggal sekarang diri kita,
Memantaskan diri menuju kesana,
Mengikhlaskan diri karena Allah
Bersabar dan bersyukur
Dan selalu berusaha taqwa


Kuningan, 2013

Sabtu, 19 April 2014

SURGA

Tunggu apa lagi ?

 
Broo,
Bidadari surga udah nunggu lu
Iya! Yang cantik, yang gak pernah kepikiran cantiknya!
Tunggu apa lagi ?

Broo,
Telaga surga udah siap lo minum
Iya! Sekali minum lu gak bakal haus selamanya
Tunggu apa lagi ?

Broo,
Surga yang luasnya selangit dan bumi,,,,
Yang tiap detiknya nikmat terus udah nunggu lo
Tunggu apa lagi ?


Broo,
Buah-buahan di surga udah siap dimakan
Iya! Di dunia gak ada tandingannya

Bidadari, Sungai-Sungai, buah-buahan dan seluruh kenikmatan TAK AKAN BERAKHIR di surga

Tapi, ke surga harus realistis bro :)


"Maka bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang bertaqwa,
 yaitu orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit,
 Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan (memaafkan) kesalahan orang lain.
Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."

 (QS. Ali-Imran: 133-134)

Kuningan, 2013 
@ Asrama Khondaq - HK



KOSONG


 KOSONG

Menembus awan
Menerobos atmosfer
Menyentuh merkurius
Kakiku masih di bumi

Menembus tanah 

Menerobos bebatuan
Menyentuh endosfer
Kakiku masih disini

Hanya angan kosong........

Kuningan, 29 Maret 2013
@ asrama khondaq-HK

Jumat, 18 April 2014

HIDUP "KATANYA"


Mereka bilang,,,
Hidup kami sempit
Bersahabat dengan tembok berduri

Mereka bilang,,,
Hidup kami kaku
Bersahabat degan aturan baku

Mereka bilang,,,
Hidup kami kelam
Bersahabat dengan warna-warna suram

Tapi kuyakin,,,
mereka tidak tahu
Bahwa dengan sahabat-sahabat kamilah, kami bersama membangun kehidupan Bangsa














  



Segala Puji Bagi Allah, Penguasa langit dan bumi



Kuningan, 2013

*Bahwa kehidupan pondok, bukanlah penghalang bagi kami untuk berlari diatas dunia yang begitu luass.
Kami terkukung, namun percayalah, hati dan pikiran kami melambung